Kondisi-Gedung-SDN-Atakowa-di-Kabupaten-Lembata-NTT-cover

Miris, Pendidikan di Lembata Teriris Dinding Bambu

LTV-NEWS – Lembata Ironi SDN Atakowa, Sindir Hari Ulang Tahun Lembata menjadi Kabupaten Otonomi.

Lembata, sebuah Pulau yang menjadi Kabupaten setelah lepas dari kabupaten induk Flores Timur, Provinsi NTT.

Enam Belas tahun lalu, Lembata yang oleh Bangsa Belanda lebih di kenal dengan Lomblen berdiri sendiri menjadi sebuah kabupaten dengan ibukota Lewoleba.

Ironisnya, tanggal 12 Oktober 2015, Lembata merayakan Hari Ulang tahun. Semua masyarakat Lembata merayakan dengan sukacita. Penuh kebahagiaan. seremonial perayaan HUT ke XVI Lembata menjadi Kabupaten terpusat di Jembatan Titian atau lebih keren disebut Jeti oleh orang Lembata.

Rasa bangga menjadi sebuah kabupaten Otonomi juga dirasakan oleh Masyarakat Desa Atakowa. Sayangnya mereka merayakan dengan wajah muram durja. Hati mereka teriris, pendidikan mereka teriris dinding bambu. Mereka bangga menjadi orang Lembata, akan tetapi rasanya sungguh tidak bahagia.

Penyebabnya adalah kondisi pendidikan di Lembata, yang menjadi tumpuan masa depan anak anak desa Atakowa sungguh memprihatinkan. Bagaimana mereka bahagia, sementara gedung sekolah tempat belajar anak anak meraih masa depannya kondisinya sangat memprihatinkan.

Mirisnya, Sekolah Dasar di Atakowa itu berstatus Negeri. Namanya SDN Atakowa. Berstatus sekolah Negeri, berlantai tanah, berdinding bambu, berjendela bilah bambu, papan tulis hampir saja jatuh, kursi dan meja yang sudah tidak layak.

Meja peot hampir patah, kursi yang sudah kumal hasil sumbangan warga Desa Atakowa. Ada lubang pada dinding bambu yang layak menjadi tempat intip siswa, saat ibu guru honor Maria Fatima Watan sedang memberikan penjelasan tentang pelajaran sejarah Lembata.

Atap yang sudah bocor, hingga terik matahari siang menembus masuk dalam ruangan, hingga anak kepanasan saat musim kemarau, ketika Guru Honor Kornelius Laga, sedang menulis huruf A, I, U, E O, untuk siswa kelas I.

Bahkan siswa kelas II, harus ngumpet di sudut ruangan saat musim hujan tiba, ketika Guru honor Maria Floriana Kewa, sedang menjelaskan hitung angka kali bagi tambah dan kurang. mereka belajar berdesak desakan. Menulis berhimpit himpitan. Bahkan membaca sambil sikut sikutan, sebab ruangan kelasnya hanya seukuran 5 x 4 meter. Inilah Mirisnya SDN Atakowa, desa dipuncak ketinggian Negeri Ikan Paus itu.

Kondisi ini diakui dan diceritakan Kepala Sekolah SDN Atakowa, Gregorius Demon, kepada WEEKLYLINE.NET, 15 Oktober 2015, tiga hari selepas HUT Otonomi Lembata.

Demon menjelaskan, sekolah yang dia pimpin ini bediri tahun 2010. Awalnya hanya satu kelas paralel dari SDK Lodobelolong hanya dengan belasan murid.

Setelah berkembang menjadi puluhan murid, warga Desa Atakowa berswadaya mendirikan bangunan dengan lima ruangan dari bambu.

Saat ini, SDN Atakowa memiliki 44 siswa dengan lima rombongan belajar, dari kelas satu samai kelas lima masing masing satu rombongan belajar.

Beberapa tahun lalu, SDN Atakowa, mendapat bantuan dari Plan Lembata membangun dua ruangan kelas. Dan bangunan atas bantuan Plan Indonesia di Lembata itu diresmikan oleh Bupati Lembata, Oktober 2014 lalu.

“Bupati datang untuk meresmikan dua ruangn kelas yang dibangun atas bantuan Plan itu. Tahun lalu diresmikan, sekitar bulan Oktober,” ungkap Demon, sembari menceritakan selama sekolah ini berdiri sampai tahun 2014, pemerintah Kabupaten Lembata dalam hal ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga Kabupaten Lembata belum pernah memberikan bantuan kepada mereka.

“Kami baru dapat dana DAK tahun 2015 sebanyak Rp. 130 juta untuk membangun satu ruangan belajar,” kata Demon.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga, Kabupaten Lembata, Zakarias Paun, sampai berita ini ditulis belum berhasil dikonfirmasi.

Nah, untuk guru yang mengabdi disana, demikian Demon ada tujuh orang, tiga orang PNS yakni, Gregorius Demon sebagai Kepala sekolah dan guru mata pelajaran PKN, Sirilus Laka Beyong guru kelas V, Agatha Kedang guru kelas IV.

Sementara itu, tiga orang guru Honor dua diantaranya sedang melanjutkan studi S1 pada Universitas Terbuka, sudah semester IX. Tiga orang guru honor dengan gaji Rp. 150.000 (seratus lima puluh ribuh) dipotong dari 15 persen Biaya Operasional Sekolah (BOS). Selain 15 persen dana BOS yang diberikan kepada ketiga orang guru ini, per tiga bulan. Untungnya ketiga guru honor, Maria Fatima Watan, Kornelius Laga dan Maria Floriana Kewa terbantu dari iuran Partisipasi orang tua, sebesar Rp. 250.000 perbulan.

Demon Sang Kepala SDN Atakowa, yang sudah mengabdi menjadi guru, dari honor sejak tahun 1985 dan baru diangkat menjadi PNS tahun 1994 ini sungguh berharap agar ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki gedung sekolah berikut fasilitas penunjang belajar mengajar di SDN Atakowa.

Inilah ironi SDN Atakowa, sebagai sindiran terhadap Hari Ulang Tahun Lembata sebagai Kabupaten yang dibanggakan semua Orang Lembata.

Termasuk orang Atakowa pun bangga Lembata menjadi Kabupaten, tetapi tentu hati mereka miris teriris bambu yang menjadi dinding sekolah itu, tidak segera di benahi. (sandrowangak)

Tingkatan Sekolah Banyaknya Rata-Rata Guru per Sekolah Rata-Rata Murid per Sekolah
Sekolah Guru Murid
1. Sekolah Dasar 175 1952 20478 9,53 11.702
2. Madrasah Ibtidaiyah 18 187 2238 8,36 12.433
3. SMTP Umum 44 813 6643 12,24 15.098
4. Madrasah Tsanawiyah 4 87 681 12,78 17.025
5. SMTA Umum 7 211 2319 9,10 33.129
6. Madrasah Aliyah 2 55 466 11,80 23.3
7. SMTA Kejuruan 9 226 1479 15,28 16.433
Total 2013 259 3531 34304 13,63 132,45
Total 2012 223 2549 27986 11,43 125,50

Sumber :   Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lembata

Kondisi-Gedung-SDN-Atakowa-di-Kabupaten-Lembata-NTT-01-113x150 Kondisi-Gedung-SDN-Atakowa-di-Kabupaten-Lembata-NTT-02-113x150 Kondisi-Gedung-SDN-Atakowa-di-Kabupaten-Lembata-NTT-03-113x150 Kondisi-Gedung-SDN-Atakowa-di-Kabupaten-Lembata-NTT-04-200x150Kondisi-Gedung-SDN-Atakowa-di-Kabupaten-Lembata-NTT-09-113x150 Kondisi-Gedung-SDN-Atakowa-di-Kabupaten-Lembata-NTT-05-200x150 Kondisi-Gedung-SDN-Atakowa-di-Kabupaten-Lembata-NTT-06-113x150 Kondisi-Gedung-SDN-Atakowa-di-Kabupaten-Lembata-NTT-07-113x150 Kondisi-Gedung-SDN-Atakowa-di-Kabupaten-Lembata-NTT-08-200x150

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You might also likeclose