Foto: Virginigerti Lusia Huar Noning (10) alias Viga saat tampil membawakan cerita Noi Maronak di Jakarta, Rabu
Foto: Virginigerti Lusia Huar Noning (10) alias Viga saat tampil membawakan cerita Noi Maronak di Jakarta, Rabu

Lomba Ceritera: Duta NTT dari Lembata Tampil Memukau

LTV-News, Jakarta – Virginigerti Lusia Huar Noning (10) alias Viga, siswi Sekolah Dasar Katolik 2 St Angela Marici Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, tampil memukau saat berlangsung acara “Lomba Bercerita Bagi Siswa SD/MI Tingkat Nasional” Tahun 2015 di Ruang Dieng Hotel Kartika Chandra, Rabu (28/10/2015).

Keterangan pers yang diterima NTTsatu.com dari Jakarta, Rabu (28/10/2013) menguraikan, mengenakan selendang khas Kabupaten Alor, Viga tampil membawakan Noi Maronak ((Putera Langit), sebuah cerita rakyat dari Kabupaten Belu di hadapan Dewan Juri masing-masing Drs Bambang Supriyo Utomo, M.Lib (Perpustakaan RI), Kunduri (Pendongeng), Dra Indri Savitri (Psikolog UI), Sekar SS (Pemerhati Anak), dan Kak Awam Prakoso (Pendongeng).

Sebelum memulai cerita, bocah usia 10 tahun ini mengajak Dewan Juri dan peserta mengheningkan cipta menghormati para pahlawan, terutama pahlawan pendidikan yang telah mengorbankan jiwa raganya untuk bangsa dan negara.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu menghargai jasa para pahlawannya. Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2015, mari kita menundukkan kepala mengheningkan cipta mengenang para pahlawan yang telah gugur di medan perang. Mari kita mengheningkan cipta,” ajak Viga.

Viga tampil selama 13 menit membawakan cerita Noi Maromak, sesuai ketentuan panitia selama 15 menit waktu yang dialokasikan untuk setiap peserta tampil. Viga memperoleh nomor buntut dari 33 peserta yang datang dari seluruh provinsi untuk berkompetisi pada lomba tahunan itu. Provinsi Kalimantan Utara kali ini belum mengirimkan utusannya.

Setelah tampil memukau selama 13 menit, Viga turun dari atas panggung dan langsung menangis di hadapan guru pembimbingnya, Jakobus Gletam Blikololong. “Viga terharu setelah tampil membawakan cerita Noi Maronak. Para penonton begitu bangga mendengar dia membawakan ceritanya,” ujar Jak Blikololong.

Informasi yang diperoleh dari Panitia Lomba Bercerita Bagi Siswa SD/MI Tingkat Nasional Tahun 2015, setelah semua peserta tampil akan dipilih 12 orang terbaik untuk masuk di babak final yang akan berlangsung pada Kamis (29/10/2015).

Meski tak dihadiri banyak penonton maupun pendukung dari masyarakat NTT di wilayah Jabodetabek maupun dari NTT, Viga tampil percaya diri. Namun, siswa yang energik ini tampil semangat di hadapan Dewan Juri, para peserta dan pendukung dari 33 provinsi. Selain itu, ia hanya ditemani tiga orang dari NTT: Pustakawan Penyelia Perpustakaan Daerah NTT Maria Wea, Kepala Perpustakaan Daerah Lembata Yohanes Lako Udak, dan guru pembimbingnya, Jakobus Gletam Blikololong.

Sebelumnya, Pustakawan Penyelia Perpustakaan Daerah NTT Maria Wea, menjelaskan, Viga tampil membawakan Noi Maronak, rakyat dari Kabuaten Belu. Noi Maronak mengisahkan seorang putera Langit yang mengirim seorang puteri Langit yang akan turun ke bumi dengan dua agenda utama, yaitu menjaga dan melestarikan bumi. Kemudian, melahirkan manusia untuk mengganti puteri Langit.

“Kisah Noi Maronak akan dibawakan adik Viga dalam penampilan di babak penyisihan. Kita berharap doa dan dukungan penonton dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, terutama yang tinggal di Jabodetabek untuk kemenangan Viga,” ujar Maria Wea di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (27/10).

Menurut Maria, Viga memenangkan lomba tingkat provinsi yang digelar di Kupang pada 25-27 Juli di Kantor Badan Perpustakaan Daerah NTT. Siswi kelahiran Lewoleba, 26 Juli 2005 dari pasangan Gans Huar Noning dan Erna Namo, ini mengalahkan 15 peserta yang lolos dengan cerita Noi Maronak sehingga mewakili NTT di tingkat nasional.

Yakobus Gletam Blikololong, guru honorer sekaligus pembimbing yang mendampingi Viga selama kegiatan lomba di Jakarta menambahkan, siswi yang diasuhnya memiliki kemampuan untuk bercerita dan punya talenta lebih, terutama di bidang seni.

“Anak murid saya ini sangat pintar. Dia cepat menyesuaikan diri saat kami melakukan pendampingan dalam mengeskpresikan kemampuan seni yang dimiliki. Hal ini tak begitu menyulitkan bagi kami para guru untuk membantunya. Ya, kami sangat bangga karena siswi kami ini bisa tembus mewakili NTT di tingkat nasional,” ujar Jak Blikololong di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin, (26/10) malam.

Menurut sang ayah, Gans Huar Noning, anak keduanya ini terkenal otodidak sejak kelas 1. Bacaan kegemarannya adalah Alkitab dan Perpustakaan Daerah Lembata menjadi langganannya sejak duduk di bangku kelas III. “Perpustakaan rasanya menjadi rumah kedua,” kata Gans Huar Noning. (***/bp)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You might also likeclose