industri-perikanan

Lembata Miliki Pabrik Ikan

LTV-News-Lewoleba Peresmian pabrik pengolahan milik PT Eisindo di Waijarang, Kabupaten Lembata mejadi catatan sejarah dimulainya era industry mengeliat di Kabupaten Lembata.

Potensi kelautan dan perikanan di Lembata dengan luas perairan laut 3.354,363 Km2 (72,59%) dan luas daratan yang hanya 1.266,39 Km2 (27,41%) sangat memungkinkan untuk dikembangkan, diolah dan di ekspor demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur mengatakan hal itu, Rabu (19/8/2015) di Waijarang ketika meresmikan pabrik pengolahan ikan milik PT. Eisindo. Peresmian pabrik pertama di Kabupaten Lembata dihadiri Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia, Dedy H. Sutisna, Wakil Bupati Lembata, Ketua DPRD Lembata, Ferdinandus Koda, Sekretaris Daerah, Petrus Toda Atawolo dan pimpinan SKPD tingkat Kabupaten Lembata.

“Dengan adanya pabrik pengolahan ikan ini, selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menyerap tenaga kerja, juga mendukung sector pariwisata. Bukan tidak mungkin wisatawan, baik domestik maupun mancanegara akan mengunjungi pabrik pengolahan ikan ini. Kalau ini kawasan industri, jangan bangun pemukiman karena Rencana Tata Ruang Kota sudah mengaturnya,” ujar sunur.

Kehadiran pabrik pengolahan ikan di Kabupaten Lembata merupakan bukti nyata peran investor untuk memajukan daerah dan kesejahteraan masyarakat dan hal ini didukung oleh iklim investasi yang diberikan oleh Pemkab Lembata.

Direktur PT Eisindo, Junaidi melaporkan pabrik pengolahan ikan di Waijarang, Kecamatan Nubatukan sekitar 7 KM dari Kota Lewoleba, berkapaassitas 100 ton “finish good”. Tahap pertama tenaga kerja yang diserap sebanyak 50 orang. Tahap awal untuk pengelolahannya adalah ikan dasar (demersal) dan rajungan dengan standar ekspor.

“Produksinya akan diberi label produksi Kabupaten Lembata Provinsi NTT, Indonesia. Untuk tahap II pengolahannya adalah ikan tuna, penyerapan tenaga kerja mencapai 150 orang. Tahap III pengolahan ikan Lemeru yang akan diolah minyak ikan dan tepung ikan dan menyerap 25 orang tenaga kerja, karena lebih banyak menggunakan tenaga mesin dan teknologi, dengan produksi 4 ton/hari,” kata Junaidi.

Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia, Dedy H. Sutisna, yang tengah melakukan survey kesiapan Kabupaten Lembata menjadi tuan rumah puncak Penyelenggaran Hari Nusantara Nasional (Harnus) tahun 2016 sempat menghadiri peresmian pabrik pengolahan ikan di Waijrang. Dedy mengtakan, pembangunan pabrik pengolahan ikan oleh PT. Eisindo ini sangat bagus. Investasi ini sangat berani. Ini era industri dimulai di Kabupaten Lembata. Ekonomi masyarakat akan tumbuh dan menyerap banyak tenaga kerja di daerah ini.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You might also likeclose