BUKTI -- Kepala Seksi (Kasie) Pidana Umum Kejaksaan Negeri Lewoleba, Ismu Armanda, S.H (berdiri) menyaksikan pemeriksaan tersangka dukun cabul dari Kedang, Yanto Yermi (tengah/duduk) saat diperiksa Jaksa Dedy Fajar Nugroho (kiri), Kamis (10/12/2015) siang. Tampak dukun cabul sedang memperlihatkan barang bukti berupa pakaian dalam korban.
BUKTI -- Kepala Seksi (Kasie) Pidana Umum Kejaksaan Negeri Lewoleba, Ismu Armanda, S.H (berdiri) menyaksikan pemeriksaan tersangka dukun cabul dari Kedang, Yanto Yermi (tengah/duduk) saat diperiksa Jaksa Dedy Fajar Nugroho (kiri), Kamis (10/12/2015) siang. Tampak dukun cabul sedang memperlihatkan barang bukti berupa pakaian dalam korban.

Jaksa Dedy Fajar Nugroho: Ulah Dukun Cabul Lembata Merusak Masa Depan Korban

LEWOLEBA — Jaksa Dedy Fajar Nugroho yang menjadi penuntut kasus dukun cabul dari Kedang, meminta tersangka Yanto Yermi alias Joni Yermi untuk sadar bahwa kasus persetubuhan yang ia lakukan, telah merusak masa depan korban.

Yanto Yermi alias Joni Yanto, oknum dukun cabul dari Kedang, mengaku kepada jaksa kalau dalam kasus persetubuhan anak dibawah umur itu ia main berulang kali.

Pengakuan dukun cabul itu mengemuka saat polisi melalui penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lembata, menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus persetubuhan anak di bawah umur, Kamis (10/12/2015) pagi.

Selain menyerahkan kasus dukun palsu, polisi juga menyerahkan dua tersangka kasus persetubuhan anak dibawah umur lainnya, yang terjadi di wilayah hukum Polsek Nagawutun. Dua kasus itu masing-masing pelaku Agustinus Key dan Hendrikus Tola Ofong.

Untuk tersangka Agustinus, korbannya adalah anak di bawah umur yang dulunya sekolah di Ida Lolong, Kecamatan Nagawutun. Korban mengalami kelainan bawaan sejak kecil. Dalam kasus tersebut, tersangka Agus yang sehari-harinya sebagai petani di Loang. Sementara tersangka, Hendrikus Tola Ofong, juga petani di Loang, kini berusi 49 tahun. (*)

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You might also likeclose