Energi-panas-bumi-di-Ulumbu-Manggarai-Flores-NTT
Energi-panas-bumi-di-Ulumbu-Manggarai-Flores-NTT

Dua Energi Panas Bumi Di Flores Tak Dimanfaatkan

LTV-News-Lembata-Energi listrik yang dihasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Mataloko dan Ulumbu di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum dimanfaatkan oleh PT PLN (Persero) untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi warga di pulau tersebut.

“Kedua PLTPB di Pulau Flores itu sudah beroperasi, namun energi listrik yang dihasilkan belum dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Nusa Bunga–sebutan khas Pulau Flores,” kata Humas PLN Wilayah NTT Paul Bola kepada Antara di Kupang, Senin (2/11).

Ia tidak menjelaskan alasan belum dimanfaatkan energi listrik tersebut, karena penanganannya dilakukan oleh PT PLN Geothermal, yang memiliki jalur berbeda dengan PT PLN (Persero).

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Timur, Boni Marsina yang dihubungi secara terpisah juga mengakui bahwa kedua PLTPB di Pulau Flores itu sudah beroperasi, namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk memasok kebutuhan listrik bagi para konsumen di pulau itu.

Pembangunan PLTPB Ulumbu di Kabupaten Manggarai dan PLTPB Mataloko di Kabupaten Ngada itu bermaksud untuk mengatasi krisis energi listrik di Pulau Flores yang terbentang mulai dari Manggarai Barat di Pulau Flores bagian barat sampai ke Larantuka di Pulau Flores Timur dan Lembata.

Dia menjelaskan, potensi panas bumi Ulumbu memiliki cadangan terduga sebesar 187,5 megawatt (MW), cadangan terbukti sebesar 12,5 MW dan baru terpasang 5 MW.

Sementara panas bumi Mataloko memiliki potensi cadangan terduga sebesar 65 MW dan cadangan terbukti sebesar 2,5 MW.

“Dari besaran cadangan terbukti PLTP Mataloko ini baru dimanfaatkan sebesar 1,5 MW atau telah dibangkitkan menjadi tenaga listrik oleh PT PLN,” ujarnya.

Ia menambahkan sisanya sebesar 1 MW belum digunakan dan saat ini masih dalam proses persiapan untuk dilelang kepada perusahan lain untuk dikelolah.

Menurut dia, mestinya pembangkit listrik yang bersumber dari panas bumi Mataloko, bisa mensuplay listrik ke seluruh daratan di Pulau Flores, jika seluruh potensi yang ada dimanfaatkan secara optimal.

Namun pemenang wilayah kerja pertambangan (WKP) Panas Bumi Mataloko dalam hal ini PT PLN Geothermal hanya memanfaatkan 1,5 MW untuk mensuplay listrik ke pelanggan.

“Sisanya satu MW mau dilelang kepada kontraktor untuk mengelola PLTP Mataloko,” katanya.

Karena itu, dia berharap, pemenang lelang nantinya bisa mengoptimalkan pemanfaatan seluruh cadangan listrik dari Mataloko untuk mensplay listrik di daratan Pulau Flores. [Ant/L-8]

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You might also likeclose