Ketua-AMMAPAI-Kupang-Vinsensius-Ferari-Prasong-saat-melantik-Anggota-AMMAPAI-Kupang-2015
Ketua-AMMAPAI-Kupang-Vinsensius-Ferari-Prasong-saat-melantik-Anggota-AMMAPAI-Kupang-2015

AMMAPAI Mesti Buka Ruang Dialog Dengan Pemda Lembata

LTVNews-Kupang-Pemuda maupun mahasiswa harus menjadi kader yang layak disemua situasi.

Harus menjadi pelita ketika kegelapan datang. Menjadi garam ketika situasi mati rasa/hilang kepekaan sosial. Menjadi pemberi harapan di tengah keputusasaan melanda. Juga menjadi pemimpin kompas arah pelabuhan kebaikan bagi masyarakatnya.

Demikian dikatakan ketua umum Angkatan Muda Mahasiswa Pelajar Asal Ile Ape (AMMAPAI) – Kupang AMMAPAI – Kupang, Vinsensius Ferari Prasong dalam pidatonya pada saat melantik 29 orang anggota baru periode 2015/2016 di hotel T-More Kupang, Jumad 09 Oktober 2015.

Sementara itu Egidius Atok, Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang, dalam sambutannya mewakili OKP mengungkapkan bahwa kaum muda harus berorganisasi karena sejarah mencatat banyak pemimpin negara ini lahir dari lingkungan organisasi.

Atok mengajak orang muda untuk selalu peka terhadap setiap persoalan yang terjadi dilingkungan, mengawal dan mengkritisi kebijakan pembangunan namun tetap menjunjung budaya dan etika.

Salah Satu Alumni AMMAPAI KUPANG, Lukas Witak, Asisten, Administrasi Ekonomi Pembangunan Setda Lembata dalam sambutan mewakili alumni, mengajak AMMAPAI untuk selalu membuka ruang dialog bersama Pemerintah Kabupaten Lembata sehingga bisa memberikan sumbangan pemikiran demi kemajuan pembangunan Lembata.

Sekedar untuk diketahui, AMMAPAI Kupang, berdiri sejak tahun 1982, oleh enam orang Pemuda Ile Ape yang saat itu bersatatus sebagai mahasiswa. Mereka adalah, Goris Lewoleba, (Saat ini menjdi Dose UI di Jakarta), Andreas Asan Hurek (Saat ini Kepala bidang Keluarga Berencana, kantor BKKBN Prop. NTT), Laurensius Lusi Making (Mantan Dosen di UNDANA-alm), Hendrik Mosa Langobelen (Mantan Kabag Hukum Setda Kab. Lembata), Majid Lamahoda (Kepala Badan Perpustakaan Daerah Kab. Lembata) dan Daniel Demong Hurek (Mantan Wakil Wakil Walikota Kupang, dan saat ini menjadi Anggota DPRD Kota Kupang).

Ammapai Kupang, dalam perjalanan pembinaan kader melahirkan sekian banyak kader yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, sebut saja misalnya, Viktor Mado (Wakil Bupati Lembata), Thomas Ola Langoday (Dekan Fakultas Ekonomi Unika Kupang), Yohanes Tuan Purab (Ketua Jurusan Hukum Undana Kupang), Pieter Manuk (kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT), Arnold Langoday (Pengawas sekolah di Flotim), Linus Lusi, (Kabid Pemuda di Dinas Pemuda dan Olaraga Provinsi NTT), dan masih banyak lagi alumni yang tersebar di mana mana.

Mereka semua terbentuk melalui proses pembinaan di Ammapai Kupang, dengan moto Tobo Tala Ata Ekana Pai Pupul Taan Balik Gelekat Lewotanah bermakna berkumpul dan bersatu di tanah orang, demi membangun kampung halaman.

Blasius Fransisko Hugo
Anggota Ammapai Kupang
Aktivis PMKRI Kupang

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You might also likeclose